Penyaluran Kredit Agustus Tembus Rp9.178 Triliun

Belonjo.com

Penyaluran Kredit Agustus Tembus Rp9.178 Triliun
Ilustrasi: penyaluran kredit Agustus

belonjo.com – Jakarta, penyaluran kredit perbankan pada Agustus mencapai Rp9.178 triliun, tumbuh 13,56% secara tahunan atau year on year (YoY). Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi berdasarkan jenis penggunaan, sedangkan kredit korporasi menjadi kelompok debitur dengan kenaikan terbesar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan data tersebut dalam Konferensi Pers RDKB, Senin (5/10/2026). Pada kesempatan itu, ia merinci pertumbuhan kredit menurut jenis penggunaan, kelompok debitur, dan kepemilikan bank.

Penyaluran kredit Agustus tumbuh di semua jenis penggunaan

Kredit investasi tumbuh 25,11% secara tahunan. Angka itu menjadi yang tertinggi di antara tiga jenis kredit yang disebutkan OJK. Kredit modal kerja menyusul dengan pertumbuhan 11,45%, sementara kredit konsumsi meningkat 5,07%.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit pada Agustus tidak merata di setiap jenis penggunaan. Kredit investasi mencatat laju lebih dari dua kali pertumbuhan kredit modal kerja. Sementara itu, pertumbuhan kredit konsumsi berada di bawah kedua jenis kredit tersebut.

Meski laju pertumbuhannya berbeda, ketiga jenis kredit sama-sama mencatat kenaikan tahunan. Data yang disampaikan OJK menempatkan kredit investasi sebagai kontributor dengan persentase pertumbuhan paling tinggi, bukan sebagai satu-satunya jenis kredit yang bertambah.

Kredit korporasi tumbuh paling tinggi dari sisi debitur

Jika dilihat dari kelompok debitur, kredit korporasi tumbuh 22,18% secara tahunan. Pertumbuhan ini menjadi yang terbesar dalam perbandingan yang disampaikan Dian. Adapun kredit untuk UMKM tetap tumbuh, dengan kenaikan 2,38%.

Dengan demikian, pertumbuhan kredit korporasi tercatat jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit UMKM pada periode tersebut. Namun, keduanya sama-sama berada di wilayah pertumbuhan. Data itu menggambarkan perbedaan laju kredit berdasarkan kelompok debitur, tanpa mengubah total pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 13,56%.

Dari sisi kepemilikan, bank BUMN mencatat pertumbuhan kredit tertinggi, yakni 16,41% secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan posisi bank BUMN dalam perbandingan berdasarkan kepemilikan yang disampaikan OJK. Rincian yang tersedia juga mencakup pertumbuhan kredit korporasi dan UMKM, tetapi tidak menyebut angka untuk kelompok kepemilikan bank lainnya.

OJK menargetkan lima bank syariah berskala besar

Selain memaparkan perkembangan kredit, OJK menyampaikan target untuk mendorong hadirnya lima bank syariah beraset jumbo di Indonesia. Salah satu bank yang disebut dalam konteks ini adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS).

Dian mengatakan OJK ingin melihat lebih banyak bank syariah memiliki skala usaha yang mendekati BSI. Menurut dia, upaya menuju target tersebut sedang berjalan. OJK memperkirakan realisasinya dapat tercapai paling lambat pada 2027.

“Saya ingin melihat ada lima bank yang paling tidak dekat dengan BSI, dan itu sedang mengarah ke sana. Nanti insya Allah mungkin kalau tidak 2026, 2027 realisasinya itu mungkin sudah tercapai,” ujar Dian.

Pernyataan itu disampaikan setelah seremoni peluncuran Roadmap Pengembangan & Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) di Bali, Jumat (2/10/2026). Dengan demikian, target lima bank syariah tersebut memiliki rentang waktu realisasi yang disebutkan OJK, yakni 2026 atau 2027.

Data kredit Agustus dan rencana pengembangan bank syariah disampaikan dalam dua kesempatan berbeda. Paparan pertumbuhan kredit berlangsung dalam Konferensi Pers RDKB pada 5 Oktober 2026, sedangkan pernyataan mengenai target bank syariah disampaikan di Bali pada 2 Oktober 2026.

Penulis :

Belonjo.com

TOPIK :

Home Trending Explore Aplikasi Menu
OJK Sebut Upaya Perbanyak Bank Syariah Besar Berjalan

OJK Sebut Upaya Perbanyak Bank Syariah Besar Berjalan

Kunjungi Artikel