Harga Bekas Ioniq 5 dan Zenix Hybrid, Mana Lebih Tahan Depresiasi?

Belonjo.com

Harga Bekas Ioniq 5 dan Zenix Hybrid, Mana Lebih Tahan Depresiasi?
Harga Bekas Ioniq 5 dan Zenix Hybrid, Mana Lebih Tahan Depresiasi?

Belonjo.com – Kota Bandung, persaingan mobil elektrifikasi di kelas harga Rp700 jutaan tidak hanya soal teknologi dan fitur. Nilai jual kembali juga menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang ingin menjaga nilai aset kendaraan.

Harga bekas Ioniq 5 dan Zenix Hybrid memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok setelah dua tahun pemakaian. Hyundai Ioniq 5 mengalami koreksi harga lebih dalam, sedangkan Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid mampu mempertahankan nilai jualnya dengan lebih baik.

Kondisi tersebut membuat calon pembeli perlu melihat kendaraan dari sisi yang lebih luas. Selain kenyamanan dan kecanggihan fitur, depresiasi dapat menentukan seberapa besar dana yang kembali ketika pemilik menjual mobil tersebut.

Harga Bekas Ioniq 5 Mengalami Koreksi Tajam

Hyundai Ioniq 5 varian Signature Long Range menjadi salah satu mobil listrik yang masuk dalam persaingan tersebut. Saat baru, model ini memiliki harga sekitar Rp780 juta hingga Rp830 juta.

Namun, pasar mobil bekas menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Setelah dua tahun pemakaian, unit bekas Ioniq 5 berada di kisaran Rp430 juta hingga Rp480 juta.

Dengan rentang tersebut, depresiasi kendaraan mencapai sekitar 40 hingga 45 persen. Artinya, pemilik masih mempertahankan sekitar 55 persen dari nilai awal kendaraan setelah dua tahun penggunaan.

Penurunan tersebut berkaitan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik yang berlangsung cepat. Produsen terus menghadirkan model baru dengan kemampuan baterai dan jarak tempuh yang semakin kompetitif.

Mengapa Nilai Jual Ioniq 5 Lebih Tertekan?

Perubahan harga mobil baru turut memengaruhi pasar kendaraan listrik bekas. Ketika konsumen menemukan model baru dengan teknologi lebih maju dan harga yang semakin kompetitif, mereka memiliki alasan untuk menawar unit bekas dengan lebih rendah.

Selain itu, kondisi baterai traksi menjadi perhatian calon pembeli mobil listrik bekas. Konsumen tentu ingin mengetahui kemampuan baterai setelah kendaraan melewati masa pemakaian tertentu, terutama ketika masa garansi mulai mendekati akhir.

Karena itu, calon pembeli biasanya mempertimbangkan usia kendaraan, kondisi baterai, jarak tempuh, riwayat perawatan, serta harga mobil listrik baru sebelum mengambil keputusan.

Di sisi lain, penurunan harga tersebut dapat memberikan peluang bagi pemburu mobil bekas. Mereka bisa mendapatkan mobil listrik dengan teknologi modern tanpa harus membayar harga kendaraan baru yang jauh lebih tinggi.

Zenix Hybrid Lebih Stabil di Pasar Bekas

Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid menunjukkan kondisi berbeda. Mobil keluarga tersebut memiliki harga pembelian sekitar Rp700 jutaan, tetapi nilai bekasnya tetap berada pada level yang relatif tinggi setelah dua tahun pemakaian.

Di pasar mobil bekas, Zenix Hybrid setelah dua tahun masih berada di kisaran Rp500 juta hingga Rp530 juta. Angka tersebut menunjukkan depresiasi sekitar 20 hingga 25 persen dari nilai awal.

Dengan demikian, kendaraan tersebut masih mempertahankan sekitar 75 hingga 80 persen dari nilai aset awal. Selisih ini membuat Zenix Hybrid terlihat lebih kuat dari sisi nilai jual kembali dibandingkan Ioniq 5.

Kekuatan merek Toyota menjadi salah satu faktor penting. Nama Kijang sudah lama memiliki posisi kuat di pasar Indonesia. Selain itu, konsumen telah mengenal jaringan layanan dan karakter kendaraan Toyota di berbagai daerah.

Teknologi Hybrid Menjadi Jalan Tengah

Sistem hybrid juga menawarkan pendekatan yang berbeda bagi konsumen. Pengguna Zenix Hybrid tidak perlu bergantung sepenuhnya pada jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU.

Mobil tetap menggunakan mesin pembakaran internal sebagai bagian dari sistem penggerak. Karena itu, pemilik dapat mengisi bahan bakar seperti mobil konvensional ketika melakukan perjalanan jauh atau menuju daerah dengan fasilitas pengisian listrik yang terbatas.

Kondisi tersebut memperluas calon pasar kendaraan ketika pemilik ingin menjualnya kembali. Pasar mobil bekas tidak hanya berpusat di kota besar, tetapi juga mencakup berbagai daerah dengan tingkat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik yang berbeda.

Sementara itu, konsumen yang memilih mobil listrik murni perlu mempertimbangkan akses pengisian daya sesuai pola penggunaan. Faktor tersebut dapat memengaruhi minat calon pembeli ketika mereka mencari kendaraan bekas.

Ioniq 5 atau Zenix Hybrid untuk Investasi Kendaraan?

Perbandingan harga bekas Ioniq 5 dan Zenix Hybrid menunjukkan dua karakter pasar yang berbeda. Ioniq 5 menawarkan teknologi mobil listrik murni dengan potensi harga bekas yang lebih rendah setelah beberapa tahun.

Sebaliknya, Zenix Hybrid memberikan nilai jual kembali yang lebih stabil. Bagi konsumen yang mengutamakan keamanan nilai aset dan likuiditas dalam jangka pendek, karakter tersebut menjadi pertimbangan penting.

Namun, depresiasi besar pada Ioniq 5 tidak selalu menjadi kerugian bagi semua konsumen. Pembeli mobil bekas justru dapat memanfaatkan penurunan harga untuk memperoleh kendaraan listrik dengan fitur dan teknologi tinggi pada harga yang lebih terjangkau.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada tujuan pembelian. Konsumen yang mengejar nilai jual kembali cenderung melihat Zenix Hybrid sebagai pilihan yang lebih aman, sedangkan pemburu teknologi listrik dapat melihat depresiasi Ioniq 5 sebagai peluang mendapatkan kendaraan premium dengan harga lebih rendah.

Penulis :

Belonjo.com

TOPIK :

Home Trending Explore Aplikasi Menu
Cara Beli Paket K-Vision Melalui Aplikasi DANA dengan Mudah

Cara Beli Paket K-Vision Melalui Aplikasi DANA dengan Mudah

Kunjungi Artikel